hei, hei,

Salam buat yang lagi ngeliat blog saya.
selamat membaca.

CASH FLOW BBM


CASH FLOW – BBM negara Republik Indonesia ( APBN ) :
1.CASH INFLOW
=Hasil Penjualan Pertamina ke masyarakat @Rp. 4.500 sebesar Rp. 153,218 Trilyun/tahun
2.Cash OUTFLOW
a.Total Biaya LIFTING ; REFINERING ; Transporting dengan tarip @Rp. 566/liter sebesar Rp. 35,658 Trilyun/tahun
b.Total BBM pembelian Import @ $ USD 105/barel sebesar ………. Rp. 153,219 Trilyun/tahun
c.Total Pembelian Pertamina dari Pemerintah dengan tarif pembelian @ $ USD 105/barel Rp. 229,536 Trilyun/tahun

Total Cash Outflow …………… Rp. 418,413 Trilyun/tahun

3.DEFISIT ( SUBSIDI ) .. ( 1 – 2 ) .. Rp. ( 134,913)Trilyun/tahun
4.(+/+) Dana BACK TO BACK : d/Pembelian Pertamina dari pemerintah sebesar … Rp. 229,536 Trilyun/tahun
5. SURPLUS SEBENARNYA …….. Rp. 94,523 Trilyun/tahun

6.Rencana kenaikan @Rp. 6.000/liter (Naik !Rp. 1.500/liter) sebesar Rp. 94,500 Trilyun/tahun
7.TOTAL RENCANA SURPLUS … Rp. 189,023 Trilyun/tahun

ANGKA SURPLUS SEPERTI INI MASA MEMBUAT STATEMENT APBN MENGALAMI DEFISIT ANGGARAN , APAKAH MEREKA MEMBOHONGI KITA?


PENJELASAN :
1. Nilai konversi 1 barel = 159 liter IDR
2. Harga minyak mentah $ USD 105/barel
3. Tarip Biaya LRT (Lifting ; Refinering ; Transporting) $ USD 10 / barel (atau Rp. 566/liter)
4. Produksi minyak mentah Negara Indonesia 930.000 barel/hari atau 339.450.000 barel/tahun
5. Hak Royalty Pemerintah Indonesia 70% karena LIFTING di kelola swasta yakni 237.615.000 barel/tahun atau 37 milyard liter / tahun
6. Harga Jual Pemerintah RI ke Pertamina dengan tarif USD $ 105 / barel , total 229,536 Trilyun/thn
7. Kebutuhan BBM dalam negeri 63 milyard liter / tahun
8. Sumber BBM impor 25,2 milyard liter / tahun
9. Harga Jual BBM Pertamina ke Masyarakat @Rp. 4.500
10. Total Biaya LRT (Lifting ; Refinering ; Transporting) = 63 Milyard liter/thn x @Rp. 566 = 35,658 Trilyun / tahun
11. Asumsi Nilai Kurs 1 $ USD ( Bank Notes ) Rp 9.200 ( saya tidak menggunakan Telegrafic Transfer (TT) karena negara kita tidak memiliki uang kartal (PHSIK) $ USD sebanyak itu, yg ada hanya uang TT saja ( Pembukuan saja tp phisik nya tidak ada ) , makanya untuk mengimbangi catatan saldo LIKUIDITAS negara dalam bentuk $ USD dll maka setiap pemerintah harus memiliki cadangan emas sebagai pendamping (backup) atas hanya catatan saldo tersebut , sekarang bagaimana nilai tukar gak kacau … sekarang sumber tambang yang ada d kelola oleh perusahaan asing Freeport (Irian Jaya ) ataupun Newmont ( Sumbawa ) yang mengelola eksplorasi tambang emas di Indonesia itu melakukan manuver negative yang amat signifikan , yakni dengan cara hanya mencatat atau membukukan hasil produksi emas hanya 40% s/d 60% , sedangkan sisa nya di bawa dengan cara DIAM – DIAM dn amat terlihat lagi dengan KAPAL kenegara Australia untuk di cetak disana dalam bentuk EmAS BATANGAN / LANTAKAN .


sources by : https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=281750438571226&id=263916577021279